Doki-Doki Literature Club Review: Bener-Bener Visual Game Normal Full Cewe Moe





Nggak perlu jadi wibu untuk tahu game ini sobat Hwangnai! Karena Doki-Doki Literaturae Club bisa jadi untuk umum, walaupun pengembang-nya sendiri menyarankan pemainnya berumur diatas 13 tahun dan tidak kagetan, hehe.




Kali ini Hwangnai spesial akan membahas penglaman pribadi Hwangnai ketika bermain DDLC dari awal sampai akhir.

LET'S GET IT!


Untuk spoiler DDLC dan tutorialnya biar nggak kaget klik disini!


UNTUK YANG TIDAK INGIN SPOILER HARAP GAK USAH BACA, OKE?
INI BUKAN TUTORIAL TAPI POST PENGALAMAN PRIBADI!







-KENAL PERTAMA-

Sebenarnya sejak kecil, aku suka banget main game, terutama game PC. Sudah sering sejak SD kabur ke warnet main PB. Tapi pas kelas 5 SD semuanya berubah karena harus ikutan OSN dan Siswa Teladan (untung menang, sombong bos).

Baru saat SMP kelas 7 aku bisa kembali ngegame, walau juga dibarengi olimpiade. Temen-temenku yang wibu dan notabene cowok pernah menyarankanku main DDLC ini, kayaknya waktu itu dia iseng.

Nah, kan aku nggak goblok ya? Aku search dulu DDLC. Oh, game Steam. "Lah, bosenin, game harem gini!" itu reaksi pertamaku ke DDLC (ya, karena aku ga suka aja harem), trus aku baca ulasan di website dan blog, mengatakan bahwa DDLC itu sebenarnya game horor.


Sebenernya horror physical.

Aku gak suka baget yang namanya horor plis :) Wahai temen, kamu bukan temen :)

Buka Steam (aku punya akun steam, waktu itu aku main dota 2 juga), dan aku cus download DDLC. Tapi aku takut banget mainnya, jadi aku memutuskan untuk main sambil lihat tutorialnya di website.



-MULAI MAIN DDLC-

Kelas 8 aku bolak-bali DDLC website tutorial. Iya sih di awal-awal game itu bertuliskan "This game is not suitable  for children or those who are easily disturbed." Nah, aku waspada sama kalimat itu. Haha.

Tapi makin dimulai game-nya emang manis sih, cocok buat wibu jomblo. Alhasil aku mulai PeDe untuk nggak nyontek tutorial.


Aku ketemu dengan childhood-ku Sayori si rambut pendek merah jambu yang riang, Natsuki si loli tsundere (hayo yang pedo), Yuri si calon-calon MILF, dan Monika si ketua klub yang tipeku banget (sebagai sesama cewek). Dan Monika, menurutku satu-satunya karakter yang waras dari cewek-cewek itu.



-KEANEHAN-

Karena aku main hanya untuk kepo, bukan untuk sensasi horor-nya. Aku skip-skip dialog yang menurutku nggak penting. Karena menurut tutorialnya pertanda dimulainya horor adalah setelah Sayori ini gantung diri. Jadi aku tenang deh.

Tapi aku jadi gundah sendiri ketika game ini seolah-olah menyuruhku untuk milih salah satu dari mereka secara eksplisit. Masing-masing cewek memiliki ketertarikan masing-masing, jadi secara tersirat aku bisa memilih mereka dari mini games tema puisi buatanku. Atau membela siapa ketika para cewek itu bertengkar. Atau memilih membantu mengerjakan event ekstrakulikuler di rumah siapa.

Pertanyaan itu pertama kali muncul saat ini:


Nah, aku mulai mikir biasanya di aku di game indie lain aku pakai sistem save-load. Kata beberapa website itu nggak bisa berlaku di DDLC, tapi aku bisa kok!

Jadi di menu save-load aku bikin beberapa checkpoint:



1. Rute asli-Main route

2. Cadangan rute asli

3. Rute Sayori
    Sayori adalah yang pertama kubuat rutenya, karena ya, penting. Semua akan berubah ketika Sayori gantung diri kan?

4. Rute Monika 
    opsi monika memang jarang muncul, karena disitu dia kayak sebagai perantara. Tapi kadang opsi itu juga muncul. Kalau muncul langsung kulakukan save dan lanjut main di main route

5. Rute Natsuki
    Aku nggak suudzon dengan Natsuki apalagi mereka terprogam kan? Aku hanya bersfirasat si tsundere ini akan bikin banyak ulah. Dan bener dia yang bikin Sayori cemburu dan salah satu pemicu gantung dirinya.

6. Rute Yuri
    Aku kurang suka Yuri sih, jadi dia kutaro di akhir



-CARAKU BERMAIN-

Website memag kurang jelas dalam tutorialnya, jadi aku explore sendiri berdasarkan info penting yang ada:

1. Monika adalah kunci

2. Semua akan berubah ketika Sayori mati

3. Menghapus karakter tidak akan membantu

4. Kumpulkan seluruh CG (Computer Graphic)
    Masing-masing karakter (tanpa Monika) memiliki 3 CG, jadi total ada 9 CG yang harus dikumpulkan.


    
Seluruh CG harus dikumpulkan sebelum Sayori mati. Jadi gimana dong? "perlakukan seluruh karakter secara adil" sudah beres dengan sistem save-load. Yang kulakukan adalah menghindari rute Sayori sendiri.

Karena Sayori hanya bisa mati di rutenya sendiri dan dimain route.

Tapi aku juga tidak berani untuk mengambil 3 CG di satu rute sekaligus, jadi aku mengambil 2 CG di rute Natsuki, 2 CG di rute Yuri, baru 2 CG di rute Sayori.

Nah, setiap aku dapat CG di rute manapun, aku selalu save dan balik main di main route. Itu aku lakuin berkali-kali. Nggak tahu salah atau bener, tapi waktu itu aku ekstra hati-hati banget, setiap dapet Cg langsung save. Setiap bikin pilihan di mini games langsung save. lagian save space-nya juga banyak!

Waktu itu event nya kalo nggak salah persiapan festival sekolah atau gimana, jadi aku disuruh milih salah satu dari 3 cewek untuk membantu dekorasi dirumah mereka. Monika nggak mengajukan diri karena katanya dia bisa mengerjakannya sendirian. It's ok girl, aku milih Natsuki dan dapat CG terakhir.

Lalu di event lain (aku masih menghindari Sayori) aku milih untuk membantu Yuri dan mnyimpan CG terakhirnya.

Ternyata di main route itu membuat Sayori cemburu. Sayori menanyakan apakah kita masih berteman, dan aku membjawab iya. Lalu aku mendapat CG berpelukan.






-KEMATIAN SAYORI-

Dimanapun dikatakan adegan ini (kematian Sayori) jadi titik balik DDLC. Aku sudah tahu sih, tapi tetap saja kaget pas lihat adegan ini:




Apalagi dengan backsound yang waw.

Lagu DDLC memang selalu waw sih, hanya saja kali ini lagunya super duper suram setelah lagu-lagu yang riang gembira pada mulanya.


Disitu juga dikatakan "Now everyone can be happy." Ini karena Sayori mengira aku terbebani dengan embel-embel 'teman masa kecil'. Diduga Sayori 'dihasut' oleh Monika.




-BERUBAH GENRE-

Ya nggak berubah sih, sudah diberitahu dari awal kalau DDLC ini game horor. Tapi kaum non-spoiler bakal spot jantung pas main ini.

Setelah Sayori mati, tampilan game DDLC langsung kembali ke main menu


Lalu berubah gini. Seolah kemana Sayori?

Trus di game file-nya aku cek, woi game keren parah. Data Sayorinya udah nggak ada :)

Alur game seperti di-restart. Aku kembali masuk sekolah dan bertemu 3 cewek (tanpa Sayori). Dan mereka nganggep Sayori itu nggak pernah ada.

Save-load juga udah nggak berguna disini. Semua hasil save yang awalnya ga ada glitch semua kena dan hilang.

Mini games hanya memperbolehkanku memilih Monika. Hanya Monika



Dialog-dialog dibajak dan glitch menyeramkan



Glitch dimana-mana



Dan hanya ada Monika.

Karena aku tahu ini bakal terjadi, oke, aku ikuti alur mainnya.


Sebenarnya aku sudah tahu ini bakalan terjadi, dan juga sudah dijelaskan di blog lain tentang konspirasi DDLC ini yang seolah sungguhan, tapi sebenarnya untuk 'promosi' atau plot game dari Team Salvato .

Project Libitina. Kalian pernah dengar? klik disini untuk menuju Project Libitina dan Penjelasan Project Libitina

Proyek Libitina dikatakan adalah proyek fiksi yang diciptakan Team Salvato untuk persiapan game selanjutnya dimana Monika sebagai pahlawan.



-KEMATIAN NATSUKI -

waktu itu tinggal 3 karakter di ruang klub. Lalu aku diarahkan untuk membantu Yuri membuat teh. Dilorong aku bertabrakan dengan Natsuki dan dia kelihatan gelisah banget. Natsuki juga muntah. 
Dan aku dipaksa untuk lari ngejar Natsuki masuk ke kelas oleh game. Terjadi dialog yang dimanipulasi juga.


Disana mata Natsuki jadi hitam dan glith dimana-mana. Monika yang seharusnya disana juga nggak ada.

Mata Natsuki disensor oleh blok hitam yang bergerak-gerak. Glitch aneh muncul lagi, aku berusaha berdialog dengan natsuki tapi dialog kami malah munculnya kode absurd.



Lalu lehernya mulau tertekuk, trus wajahnya di close up gitu aja ke monitor.

BA

Lalu Natsuki menghilang.



-KEMATIAN YURI-

Adegan kembali saat aku berada di lorong seolah tidak pernah mengejar Natsuki. Lalu aku bertemu Yuri di dapur. Awalnya biasa saja, kami mengobrol, lalu muncullah glitch Yuri yang lengannya engannya di lipat lalu memperlihatkan banyak sayatan disana. Pas dialognya mau bertanya, Yuri kamu kenapa?" glitch-nya hilang dan kami kembali lagi tapi di koridor.

Trus Yuri lari duluan ke kelas.

Dan aku mikir hari ini semua cewek pada PMS apa gimana? Sensi gitu, ngambek mulu, masuk kelas mulu. 

Karena nggak ada pilihan, aku ikutin Yuri masuk kelas. DisanaYuri pegang pisau dan ketawa-tawa kayak orang ila. Kayaknya si Yuri jadi masokis deh.

Lalu aku masih berusaha berdialog, tapi dialognya malah muncul skrip kek html gitu TvT. Niatku baik dong, tapi Yuri mulai nangis darah (et dah mbak) dan mulai nusuk-nusuk tubuhnya sendiri sambil ketawa seneng gitu. (kaget sih, tapi gak sekaget pas kematiannya Natsuki).
Trus matilah -_-


Yak begitulah, semua karakter habis. Dan hariku kembali ke first day of school.






-GAMENYA MONIKA-

Rutenya sama, pagi aku diajak ke sekolah bareng Monika (harusnya Sayori). Monika memasukkanku ke klub literatur dengan hanya dia anggotanya.

Awalnya kami biasa saja, hingga hari berikutnya, Monika mulai tanya, 'apa aku ingat sesuatu?' 'apa ada yang aku lupakan?' Ya iyalah Mon! Temen lu kemana aje?


Dan setelah skip-skip yang banyak aku berhadapan dengan Monika.

Monika menerorku dengan terus membuatku memilih di mini games-nya.

Tapi karena aku baik, Monika kayaknya mulai tobat. Katanya dia khilaf.

(Tunggu, kenapa jadi tambah absurd gini?)

Monika menyuruhku untuk menghapus dirinya di file 'character', and yes kuhapus. Kupikir sudah selesai dengan hilangnya Monika. Tapi game kembali ke awal lagi dengan cerita yang sama.

Sayori mengajakku untuk berangkat sekolah. Nah, karena aku dapat good ending a.k.a the real ending, Sayori mengucapkan "selamat hari raya idul fitri" "terimakasih karena sudah menghabiskan waktu bersama seluruh karakter", dan mengatakan bahwa aku bisa mengunjunginya lain waktu.

Tapi nyatanya tidak! Setelah game ini berakhir aku mendapat kredit dari Team Salvato berupa CG yang sudah kukumpulkan dan surat dari Team Salvato.


Biasanya kan game  VN gitu meskipun selesai bisa diulang, tapi DDLC nggak bisa, semua chara-nya (lihat di file characters) nya udah gak ada semua TvT

Kalo kalian pengen main lagi, kusarankan hapus saja dulu DDLC kalian lalu download ulang dari Steam. (aku sih belum pernah melakukannya karena ya, terlalu males. Mulais pas horornya emang seru, tapi pas melewati arc awal-awal yang kayak anime genre harem school life bikin aku bosan parah woi.)


Jadi, beginilah ending dari petualanganku main DDLC. Seru sih, oke. Kematian yang paling jumpscare buatku adalah Natsuki.

Gimana? Apa kalian juga tertarik main Doki-Doki Literature Club? Jangan kaget ya!


By: Hwangnai
Credit: Hwangnai
              Team Salvato
              Danilo Salvato








Komentar